MEWUJUDKAN PENDIDIKAN
BERKARAKTER
Oleh Nasru Ilahiyati
Indonesia
merupakan salah satu negara bagian Asia Tengggara. Negara terkaya dengan
beribu-beribu pulau, suku, budaya, dan bahasa.
Kaya dengan norma- norma serta nilai-nilai budaya adat yang sangat
kental, Indonesia menyandang predikat negara terkaya dengan berbagai macam
budayanya. Akan tetapi, di era millenial ini, seiring berkembangnya budaya
global masyarakat dunia yang telah menjalar di berbagai sendi kehidupan telah
menggiring Indonesia ke dalam sebuah dimensi baru dan kebudayaan yang asing.
Dari situlah kebudayaan Indonesia terkikis secara perlahan. Fenomena
yang sudah biasa kita lakukan tanpa kita sadari telah membunuh secara perlahan
oleh pola kehidupan masyarakat liberal yang dimana Indonesia notabennya sebagai
negara demokrasi. Kemajuan teknologi, komunikasi, dan ilmu pengetahuan sebagai
pendukung kuat terjadinya fenomena ini.
Percampuran
dua budaya yang berbeda seharusnya bisa menjadikan sebuah motivasi dan
pencerahan untuk menciptakan budaya berfikir baru yang lebih maju dan lebih
baik daripada sebelumnya. Dengan cara dapat memfilter serta membedakan budaya
yang positif dan negatif untuk diterapkan dan diaplikasikan oleh setiap
individu masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, perlindungan budaya Indonesia
sendiri harus didukung secara mutlak
dengan adanya pengetahuan dan pendidikan supaya dapat memfilter secara
bijak dan mengembangkan Indonesia tanpa merubah kebudayaan asli yang ada.
Merujuk
pada pembahasan sebelumnya, pendidikan merupakan modal dasar dalam membentuk
sebuah karakter setiap individu dalam dunia bermasyakat. Dengan pendidikan,
pola pikir serta pemahaman yang kuat terhadap nilai-nilai budaya nya sendiri
secara otomatis akan terbentuk. Individu-individu yang telah memiliki nilai
karakter kebangsaan tersebut akan membentuk kelompok menjadi sebuah masyarakat
yang terdiri dari latar belakang pola pikir dan karakter yang berbeda- beda dan
saling melengkapi untuk membentuk bangsa yang besar yang bangga akan kebudayaan
yang dimiliki.
Sorotan
utama dalam pembahasan ini yakni pendidikan. Proses dimana setiap individu
belajar memahami pendidikan secara formal dan penanaman moral, nilai, sikap,
dan akhlak sebagai pedoman untuk membentuk generasi bangsa yang mampu
menentukan keberhasilan kedepannya. Dengan terbentuknya individu yang
berkarakter baik serta didasari pola pikir yang baik pula, maka lingkungan yang
terbentuk oleh individu tersebut secara otomatis terbentuk secara baik.
Sekolah
sebagai sarana mendapatkan ilmu pengetahuan. Pengetahuan secara formal,
spiritual, dan bermasyarakat. Perkumpulan individu berkumpul untuk membentuk
kelompok bermasyarakat yang mempunyai pengetahuan formal, jiwa spiritual, dan
budi pekerti untuk membentuk pola pikir dan karakter yang kuat dan percaya diri
untuk memajukan bangsa Indonesia.
Berbicara tentang pendidikan, mulai
tahun 2013 Kementrian Pendidikan dan Kebudayaaan Republik Indonesia mengubah Kurikulum Tingkat Satuan (KTSP) menjadi
Kurikulum 2013 atau Pendidikan Bebasis
Karakter. Kurikulum 2013 merupakan sebuah kurikulum yang mengutamakan
pemahaman, skill, dan pendidikan berkarakter, peserta didik dituntut
untuk paham atas materi, berfikir kritis, aktif dalam berdiskusi dan presentasi
serta memiliki sopan santun disiplin yang tinggi. Berbeda dengan KTSP, dimana
pendidik hanya sebatas menjelaskan materi dan menuntut peserta didik untuk
memahami materi yang telah disampaikan. Dalam Kurikulum 2013 mata pelajaran
wajib diikuti oleh seluruh peserta didik di satu satuan pendidikan pada setiap
satuan atau jenjang pendidikan.Mata pelajaran pilihan yang diikuti oleh peserta
didik dipilih sesuai dengan pilihan mereka. Kedua kelompok mata pelajaran
tersebut (wajib dan pilihan) terutama dikembangkan dalam struktur kurikulum pendidikan
menengah (SMA dan SMK) sementara itu mengingat usia dan perkembangan psikologis
peserta didik usia 7 – 15 tahun maka mata pelajaran pilihan belum diberikan
untuk peserta didik SD dan SMP.
Seiring berkembangnya zaman,
teknologi telah menguasai berbagai sektor. Khususnya pendidikan, teknologi
sangat berperan penting dalam proses pembelajaran di sekolah. Kurikulum 2013
menuntut pendidik untuk memanfaatkan teknologi secara solutif. Dengan
teknologi, pendidik dan peserta didik dapat mengakses media pembelajaran dengan
sangat mudah. Guru harus lebih profesional dalam menyampaikan kepada peserta
didik untuk memiliki ilmu pengetahuan, teknologi, berprestasi, dan beretika. Di sini peran guru memfungsikan kelas
sebagai miniatur kehidupan nyata dengan memanfaatkan berbagai sumber media
cetak, elektronik, internet, dan teknologi di sekolah. Disamping itu, peserta
didik dituntut untuk lebih berfikir kristis, kreatif, dan inovatif.
Implementasi Kurikulum 2013
mengalami pro dan kontra dari berbagai pihak. Terutama para guru sebagai tenaga
pendidik profesional seharusnya memiliki kapasitas yang memadai untuk melakukan
tugas membimbing, membina, dan mengarahkan kemampuan maksimal peserta didik
belum terbiasa dengan teknologi dan menggunakan berbagai aplikasi teknologi.
Tapi pada kenyataannya, mayoritas pendidik masih membandingkan cara
pengarajaran model KTSP yang mayoritas mencetak peserta didik nya terdahulu
menjadi pintar dan sukses. Tantangan bagi guru profesional menghadapi
globalisasi adalah membelajarkan peserta didik sesuai zamannya berbingkai ilmu
pengetahuan dan teknologi untuk menanamkan sikap disiplin, kreatif, inovatif,
dan kompetitif melalui pendekatan saintifik Kurikulum 2013. Orang tua peserta
didik diharapkan ambil bagian pula bersama komite untuk menopang percepatan dan
kecepatan kemajuan pendidikan.
Sebagai
orang yang berpengalaman, setelah sebulan pengamatan di SMAN 9 Malang. Tuntutan
bukanlah menjadi sebuah penghalang bagi pendidik . Akan tetapi menjadi sebuah
tantangan bahwasanya kelemahan akan berubah menjadi kelebihan seiring
perkembangan pola pikir setiap individu. Lemahnya ingatan, fisik dan
berkurangnya umur, tak menjadi masalah yang serius, akan tetapi fenomena ini
akan menjadikan acuan pendidik untuk belajar lebih semangat untuk menguasai
sumber ilmu pada zamannya. Banyak sekali pendidik yang merasa dirinya tidak
mampu serta tidak telaten dalam menguasai teknologi, padahal dengan penguasaan
teknologi yang dasar sangat membantu mereka untuk menambah ide kreasi yang
lebih inovatif.
Sebagai
contoh, para pendidik SMAN 9 Malang adalah orang yang lebih berpengalaman untuk
membimbing mahasiswa ppl. Mulai dari pembuatan RPP dan UKBM yang sistem sekolah
tersebut berusaha mengembangkan kurikulum terbaru. Ini terlihat bahwasanya
usaha pemahaman terhadap teknologi sangatlah baik. Implementasi kurikulum 2013
mengalami perkembangan yang drastis. Tidak serta merta hanya peserta didik yang
menguasai teknologi, pendidik pun harus lebih menguasai dibandingkan mereka.
Peserta didik berharap banyak kepada pendidik tentang perubahan yang berarti.
Apalagi inovatif
guru sangat dinanti. Model pembelajaran yang menyenangkan sangat mereka tunggu.
Permendikbud Nomor 54 Tahun 2013 tegas menyatakan esensi perubahan Kurikulum
2013 tentang standar kompetensi lulusan (SKL) yang bermuara pada kriteria
kualifikasi sikap, kemampuan, dan keterampilan. Pendekatan awal pengamatan
dapat dilakukan peserta didik dengan melihat, membaca, mendengar/menyimak.
Penerapan UKBM kepada
para siswa SMAN 9 Malang menjadi bukti nyata bahwasanya sistem kurikulum 2013
ini bekerja dengan baik. Sebagian para siswa dapat menguasai mata pelajaran
dengan mudah. Penggunaan teknologi yang maksimal atas kebijakan tata tertib
sekolah mempermudah akses untuk menambah ilmu tambahan serta ide kreasi yang
inovatif. Dengan adanya dukungan para guru, staff, siswa, serta masyarakat
sekolah lainnya menjadikan SMAN 9 Malang mampu mewujudkan Kurikulum 2013
sebagai media pemebelajaran yang efektif, mencetak generasi yang unggul dan
berprestasi.
Peran
pendidikan sangatlah penting untuk meningkatkan harkat dan martabat suatu
masyarakat dan bangsa. Melalui Kurikulum 2013 bangsa akan kuat dan memiliki
kemampuan bersaing dengan bangsa lain. Kurikulum 2013 menghendaki karakteristik
masyarakat pada abad 21 mampu menghadapi tantangan melalui pembelajaran. Di
sini nyali guru akan teruji untuk menyongsong tantangan. Semoga, Kurikulum 2013
sesuai yang digembar-gemborkan sebelumnya, diharapkan dapat memberikan harapan
baru dalam mewujudkan pendidikan Indonesia yang maju, mandiri, dan dapat
berdiri tegak di hadapan bangsa-bangsa lainnya.
No comments:
Post a Comment