Wednesday, September 12, 2018

MENURUTKU TENTANG PENDIDIKAN BERKARAKTER


MEWUJUDKAN PENDIDIKAN BERKARAKTER
Oleh Nasru Ilahiyati

               Indonesia merupakan salah satu negara bagian Asia Tengggara. Negara terkaya dengan beribu-beribu pulau, suku, budaya, dan bahasa.  Kaya dengan norma- norma serta nilai-nilai budaya adat yang sangat kental, Indonesia menyandang predikat negara terkaya dengan berbagai macam budayanya. Akan tetapi, di era millenial ini, seiring berkembangnya budaya global masyarakat dunia yang telah menjalar di berbagai sendi kehidupan telah menggiring Indonesia ke dalam sebuah dimensi baru dan kebudayaan yang asing. Dari situlah kebudayaan Indonesia terkikis secara perlahan. Fenomena yang sudah biasa kita lakukan tanpa kita sadari telah membunuh secara perlahan oleh pola kehidupan masyarakat liberal yang dimana Indonesia notabennya sebagai negara demokrasi. Kemajuan teknologi, komunikasi, dan ilmu pengetahuan sebagai pendukung kuat terjadinya fenomena ini.
              Percampuran dua budaya yang berbeda seharusnya bisa menjadikan sebuah motivasi dan pencerahan untuk menciptakan budaya berfikir baru yang lebih maju dan lebih baik daripada sebelumnya. Dengan cara dapat memfilter serta membedakan budaya yang positif dan negatif untuk diterapkan dan diaplikasikan oleh setiap individu masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, perlindungan budaya Indonesia sendiri harus didukung secara mutlak  dengan adanya pengetahuan dan pendidikan supaya dapat memfilter secara bijak dan mengembangkan Indonesia tanpa merubah kebudayaan asli yang ada.
                    Merujuk pada pembahasan sebelumnya, pendidikan merupakan modal dasar dalam membentuk sebuah karakter setiap individu dalam dunia bermasyakat. Dengan pendidikan, pola pikir serta pemahaman yang kuat terhadap nilai-nilai budaya nya sendiri secara otomatis akan terbentuk. Individu-individu yang telah memiliki nilai karakter kebangsaan tersebut akan membentuk kelompok menjadi sebuah masyarakat yang terdiri dari latar belakang pola pikir dan karakter yang berbeda- beda dan saling melengkapi untuk membentuk bangsa yang besar yang bangga akan kebudayaan yang dimiliki. 
                   Sorotan utama dalam pembahasan ini yakni pendidikan. Proses dimana setiap individu belajar memahami pendidikan secara formal dan penanaman moral, nilai, sikap, dan akhlak sebagai pedoman untuk membentuk generasi bangsa yang mampu menentukan keberhasilan kedepannya. Dengan terbentuknya individu yang berkarakter baik serta didasari pola pikir yang baik pula, maka lingkungan yang terbentuk oleh individu tersebut secara otomatis terbentuk secara baik. 
                 Sekolah sebagai sarana mendapatkan ilmu pengetahuan. Pengetahuan secara formal, spiritual, dan bermasyarakat. Perkumpulan individu berkumpul untuk membentuk kelompok bermasyarakat yang mempunyai pengetahuan formal, jiwa spiritual, dan budi pekerti untuk membentuk pola pikir dan karakter yang kuat dan percaya diri untuk memajukan bangsa Indonesia.
      Berbicara tentang pendidikan, mulai tahun 2013 Kementrian Pendidikan dan Kebudayaaan Republik Indonesia mengubah Kurikulum Tingkat Satuan (KTSP) menjadi Kurikulum 2013 atau Pendidikan Bebasis Karakter. Kurikulum 2013 merupakan sebuah kurikulum yang mengutamakan pemahaman, skill, dan pendidikan berkarakter, peserta didik dituntut untuk paham atas materi, berfikir kritis, aktif dalam berdiskusi dan presentasi serta memiliki sopan santun disiplin yang tinggi. Berbeda dengan KTSP, dimana pendidik hanya sebatas menjelaskan materi dan menuntut peserta didik untuk memahami materi yang telah disampaikan. Dalam Kurikulum 2013 mata pelajaran wajib diikuti oleh seluruh peserta didik di satu satuan pendidikan pada setiap satuan atau jenjang pendidikan.Mata pelajaran pilihan yang diikuti oleh peserta didik dipilih sesuai dengan pilihan mereka. Kedua kelompok mata pelajaran tersebut (wajib dan pilihan) terutama dikembangkan dalam struktur kurikulum pendidikan menengah (SMA dan SMK) sementara itu mengingat usia dan perkembangan psikologis peserta didik usia 7 – 15 tahun maka mata pelajaran pilihan belum diberikan untuk peserta didik SD dan SMP.

            Seiring berkembangnya zaman, teknologi telah menguasai berbagai sektor. Khususnya pendidikan, teknologi sangat berperan penting dalam proses pembelajaran di sekolah. Kurikulum 2013 menuntut pendidik untuk memanfaatkan teknologi secara solutif. Dengan teknologi, pendidik dan peserta didik dapat mengakses media pembelajaran dengan sangat mudah. Guru harus lebih profesional dalam menyampaikan kepada peserta didik untuk memiliki ilmu pengetahuan, teknologi, berprestasi, dan beretika. Di sini peran guru memfungsikan kelas sebagai miniatur kehidupan nyata dengan memanfaatkan berbagai sumber media cetak, elektronik, internet, dan teknologi di sekolah. Disamping itu, peserta didik dituntut untuk lebih berfikir kristis, kreatif, dan inovatif.
 
            Implementasi Kurikulum 2013 mengalami pro dan kontra dari berbagai pihak. Terutama para guru sebagai tenaga pendidik profesional seharusnya memiliki kapasitas yang memadai untuk melakukan tugas membimbing, membina, dan mengarahkan kemampuan maksimal peserta didik belum terbiasa dengan teknologi dan menggunakan berbagai aplikasi teknologi. Tapi pada kenyataannya, mayoritas pendidik masih membandingkan cara pengarajaran model KTSP yang mayoritas mencetak peserta didik nya terdahulu menjadi pintar dan sukses. Tantangan bagi guru profesional menghadapi globalisasi adalah membelajarkan peserta didik sesuai zamannya berbingkai ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menanamkan sikap disiplin, kreatif, inovatif, dan kompetitif melalui pendekatan saintifik Kurikulum 2013. Orang tua peserta didik diharapkan ambil bagian pula bersama komite untuk menopang percepatan dan kecepatan kemajuan pendidikan.
                            Sebagai orang yang berpengalaman, setelah sebulan pengamatan di SMAN 9 Malang. Tuntutan bukanlah menjadi sebuah penghalang bagi pendidik . Akan tetapi menjadi sebuah tantangan bahwasanya kelemahan akan berubah menjadi kelebihan seiring perkembangan pola pikir setiap individu. Lemahnya ingatan, fisik dan berkurangnya umur, tak menjadi masalah yang serius, akan tetapi fenomena ini akan menjadikan acuan pendidik untuk belajar lebih semangat untuk menguasai sumber ilmu pada zamannya. Banyak sekali pendidik yang merasa dirinya tidak mampu serta tidak telaten dalam menguasai teknologi, padahal dengan penguasaan teknologi yang dasar sangat membantu mereka untuk menambah ide kreasi yang lebih inovatif.
             Sebagai contoh, para pendidik SMAN 9 Malang adalah orang yang lebih berpengalaman untuk membimbing mahasiswa ppl. Mulai dari pembuatan RPP dan UKBM yang sistem sekolah tersebut berusaha mengembangkan kurikulum terbaru. Ini terlihat bahwasanya usaha pemahaman terhadap teknologi sangatlah baik. Implementasi kurikulum 2013 mengalami perkembangan yang drastis. Tidak serta merta hanya peserta didik yang menguasai teknologi, pendidik pun harus lebih menguasai dibandingkan mereka. Peserta didik berharap banyak kepada pendidik tentang perubahan yang berarti. Apalagi inovatif guru sangat dinanti. Model pembelajaran yang menyenangkan sangat mereka tunggu. Permendikbud Nomor 54 Tahun 2013 tegas menyatakan esensi perubahan Kurikulum 2013 tentang standar kompetensi lulusan (SKL) yang bermuara pada kriteria kualifikasi sikap, kemampuan, dan keterampilan. Pendekatan awal pengamatan dapat dilakukan peserta didik dengan melihat, membaca, mendengar/menyimak.
 
               Penerapan UKBM kepada para siswa SMAN 9 Malang menjadi bukti nyata bahwasanya sistem kurikulum 2013 ini bekerja dengan baik. Sebagian para siswa dapat menguasai mata pelajaran dengan mudah. Penggunaan teknologi yang maksimal atas kebijakan tata tertib sekolah mempermudah akses untuk menambah ilmu tambahan serta ide kreasi yang inovatif. Dengan adanya dukungan para guru, staff, siswa, serta masyarakat sekolah lainnya menjadikan SMAN 9 Malang mampu mewujudkan Kurikulum 2013 sebagai media pemebelajaran yang efektif, mencetak generasi yang unggul dan berprestasi.
                 Peran pendidikan sangatlah penting untuk meningkatkan harkat dan martabat suatu masyarakat dan bangsa. Melalui Kurikulum 2013 bangsa akan kuat dan memiliki kemampuan bersaing dengan bangsa lain. Kurikulum 2013 menghendaki karakteristik masyarakat pada abad 21 mampu menghadapi tantangan melalui pembelajaran. Di sini nyali guru akan teruji untuk menyongsong tantangan. Semoga, Kurikulum 2013 sesuai yang digembar-gemborkan sebe­lumnya, diharapkan dapat memberikan harapan baru dalam me­wujudkan pendidikan Indonesia yang maju, mandiri, dan dapat berdiri tegak di hadapan bangsa-bangsa lainnya.
 
 


No comments:

Post a Comment